Ninja 250 Injection Bergaya MotoGP Valentino Rossi

Ninja 250 Injection Bergaya MotoGP Valentino RossiKesan balap MotoGP terlihat jelas pada tunggangan milik pria yang bernama Rendy Luntungan. Pasalnya, motor Ninja 250 Fuel Injection tahun 2013 miliknya dengan gaya motor Valentino Rossi saat masih di Ducati.

“Modifikasi lebih bermain di tampilan luar. Mesin masih original enggak diotak-atik. Tampilannya futuristik, ramai dan gaya balap banget,” ujarnya.

Pria yang tergabung dalam NIO (Ninja 250 Injection Owners) ini juga tidak terlalu banyak menggunakan brand suku cadang dalam memodifikasi. Salah satunya adalah dominasi brand Bikers asal Thailand yang diaplikasikan dari depan hingga belakang. “Modifikasi pakai part Bikers selain cocok dengan selera, pengaplikasiannya mudah tinggal plug aja,” jelasnya.
Ninja 250 Injection Bergaya MotoGP Valentino Rossi
Cutting sticker menjadi pilihan Rendy karena kemudahan pengaplikasiannya, dan tema yang diambil pun diselaraskan dengan helm miliknya ‘AGV GP Tech Element Design’ yang berwarna cerah dengan pola tribal. Untuk menyegel sticker tersebut, Rendy pun menyapukan pernis dari Dupont.

7 Mobil Sport Istimewa di Auto Xtreme 2014

7 Mobil Sport Istimewa di Auto Xtreme 2014Minggu, 2 Maret ini akan menjadi hari terakhir perhelatan event Auto Xtreme 2014 di kota Pahlawan, Surabaya dan bertempat di SUTOS (Surabaya Town Square). Tak hanya duel dalam modifikasi audio, ajang yang juga sebagai tempat berkumpulnya pecinta otomotif ini didapati 7 tamu istimewa.

Dari para kontestan modifikasi kota Surabaya ini memang paling banyak didominasi dengan jajaran mobil kelas city car, sedan dan beberapa SUV. Namun ada 7 tamu istimewa yang merupakan mobil kelas sport di mana ada dua diantaranya supercar.

Bagi yang belum sempat datang pada event Auto Xtreme 2014 masih ada kesempatan hari ini. Sebab hari terakhir ini acara akan semakin seru pada malam harinya hingga penutupan nanti. Namun, saat Anda datang pastikan bisa berfoto narsis dengan 7 mobil sport istimewa ini.

Kawasaki Percaya Pada Tim Balap di Indonesia di Indoprix

Kawasaki Percaya Pada Tim Balap di Indonesia di IndoprixMelihat prestasi yang mengkilap dari tim Yamaha di 2013 berkat dukungan manufaktur pusat berlogo garpu tala, tidak dipungkiri jadi penyebab dominasi kemenangan yang diraih pembalapnya di Indoprix. Meski Kawasaki juga bisa melakukan hal serupa, tapi ternyata PT. Kawasaki Motor Indonesia (KMI) tak ingin melakukan intervensi lebih jauh pada tim balapnya.

“Tahun lalu Yamaha dan Honda selalu dominan saat balapan. Meski kedua pembalap kami yaitu H. A. Yudhistira dan Gupito Kresna jarang meraih hasil bagus, tapi tahun ini kami yakin mereka bisa mengganggu para pembalap dari manufaktur rival,”.

“Meski kami punya target besar untuk program motorsport, tapi bukan berarti kami harus melakukan intervensi langsung dari Jepang. Misalnya seperti meminta kerjasama teknis dari Jepang. Kami menganggap tim balap khusus di bebek ini, mampu memberikan hasil bagus. Kecuali di kelas supersport, Kawasaki Jepang baru memberikan bantuan secara teknis,” bebernya.

Walaupun tak ingin melakukan intervensi pada riset dan pengembangan yang dilakukan tim, tapi Kawasaki tetap memberikan dukungan besar pada tim balap yang dimotori Ibnu Sambodo itu.

Hal lain yang ingin dilakukan KMI adalah program pembibitan pembalap, misalnya seperti racing school. Tapi sayang jadwal yang begitu padat khususnya di Sirkuit Sentul, Bogor, tak memungkinkan mereka melakukan itu. “Terpikir mau bikin juga pembibitan pembalap, agar tidak sulit rekrut pembalap berkualitas. Tapi ya waktunya belum ketemu. Kita lihat saja nanti,” pungkas Okada.

Yamaha Indonesia Bakal Mulai Membagikan Jupiter Z1 Untuk Musim Balap Nasional 2014

Yamaha Indonesia Bakal Mulai Membagikan Jupiter Z1 Untuk Musim Balap Nasional 2014Dipastikan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akan menyebarkan teknologi Yamaha New Jupiter Z1. Tahun lalu Z1 hanya dibikin 6 unit untuk 3 pembalap di balapan IndoPrix. Tahun ini Z1 dipastikan disuplai ke tim-tim garputala yang turun di MotoPrix dan IndoPrix.

Nggak semua tim kita berikan. Nanti tim silakan mengembangkannya sendiri. Kita sebar Z1 versi balap ke beberapa tim di semua MotoPrix semua region.

Kabarnya penawaran harga Z1 tahap awal, paket 1 unit mesin yang sudah spek balap dan semua komponen pengapian. Paket ini dijual pihak Yamaha sekitar Rp 40 jutaan. “Ya segitulah harganya. Di luar paket itu pembalap bisa mengembangkannya sendiri.

Contoh Penyelenggaraan Event Drag Dengan Manajemen Waktu Bagus

Contoh Penyelenggaraan Event Drag Dengan Manajemen Waktu BagusRegulasi baru balapan lurus untuk tahun ini mulai diterapkan di gelaran King Of Battle Competition Mizzle Hydra Dragbike (KBCMHD) 2014. KBCMHD yang berlangsung di jalan lingkar utara kota Tegal, Minggu lalu (9/2). Aturan ini menyangkut jumlah kelas yang dilombakan dan maksimal pembalap menggunakan motor dalam satu kelas.

Aplikasi regulasi baru membuat gelaran yang digawangi So-Tech Sport Club (SSC) dengan jumlah starter sampai 500-an bisa selesai tepat waktu. Ini jadi catatan. Dengan manajemen waktu yang baik, drag bike bisa teratur dan selesai tepat waktu.

Yang jadi kunci utama, regulasi pembatasan jumlah kelas. “Seperti ini seharusnya pelaksanaan drag bike. Jangan sampai molor sampai malam hari karena akan banyak pihak yang dirugikan.

Dengan penyelenggaraan selesai batas waktu, secara enggak langsung memperhatikan hak pengguna jalan. Kan, balapan lurus sering menggunakan trek jalan raya. Kalau selesai sampai malam hari karena molor, akan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Mengenai jumlah pembalap yang diizinkan pakai satu motor dalam satu kelas. “Tiga pembalap yang bisa join untuk satu motor masih terlalu banyak. Paling pas maksimal dua pembalap,”tambahnya.

Jika motor yang dipakai lebih dari dua pembalap papan atas memungkinkan juaranya hanya akan itu-itu saa. Efeknya enggak adil karena enggak memberikan kesempatan kepada joki lain.

Tambahan lagi, sudah seharusnya diatur juga pengelompokan joki berdasarkan pengalaman dan prestasi. “Pembalap kita rata-rata masih pemula. Masih butuh jam terbang dan kemenangan untuk menaikkan kepercayaan dirinya.

Jika dragster pemula langsung bersaing dengan para senior ditakutkan nantinya mental mereka akan kalah dahulu sebelum bertanding.

Modifikasi Birmingham Small Arm (BSA) BB31 350 cc

Modifikasi Birmingham Small Arm (BSA) BB31 350 ccRetrogrades Slaughter House (RSH) unjuk gigi untuk langkah customized total terhadap BSA BB 31 yang dimiliki Angga Vicky. Terus terang, Em-Plus langsung jatuh hati saat menyimak taste Angga dan Didoth. Bentukan mesin BSA yang memang eksotis, mampu dimaksimalkan lewat desain yang ditawarkan.

Untuk bagian depan, RSH memulai dengan rake rapat dan padat. Bagian atas, setang drag bar ala minimalis dan handgrip ol skool, terlihat sangat menarik perhatian.

Makin lengkap, ban salur yang disukai speed junkie dan tak kalah keren. Begitu juga dengan pilihan lampu kotak di sektor depan, terkesan kuat sebagai identitas tren chopper era Era Easy Rider tahun 70-an.

Taste yang baik, tentunya bersinergi dengan bentukan ke belakang. Jok dibuat minimalis, dibalut kulit mentah yang diukir. Yang bikin salut, mereka cukup pede memamerkan elmu ketok lipat di tangki juga buntut hornetnya.

“Semuanya dikrom agar tampil mewah,” bangga RSH dari Jl. Pasir Layung, Bandung, Jawa Barat. Tentunya, langkah demikian perlu ketelitian dan detail yang apik! Makin sip, A2R Brusher yang andalan RSH melakukan finishing motif etnis di bagian bawah tangki.

Tampilan rendah tetap jadi konsep utama motor. Meskipun, untuk haluan diisi pelek aluminium diameter 21 inci dan belakang 18 inci. Namun, lewat konsep tersebut, RSH tetap menjunjung tinggi kenyamanan riding.

“Konsep utamanya memang cafe racer, tetapi kami ingin tampilan motor agar rendah dan cocok kalau diaplikasi dengan hornet tail,” jelas Didoth yang memilih rem depan-belakang tipe drum back supaya motor lebih berkarakter.

Modifikasi Yamaha V-ixion 2010 Teknologi Injeksi Spec Down Jadi Teknologi Karbu

Modifikasi Yamaha V-ixion 2010 Teknologi Injeksi Spec Down Jadi Teknologi KarbuTeknologi injeksi di balapan, belum semua dibantu part dan man power yang mendukung. Makanya sebagaian tunner rumahan, masih pede akan filosofi soal mudahnya bikin motor karburator ketimbang injeksi. Malah untuk kebutuhan balap, ada yang ubah sistem bahan bakar injeksi jadi karburator.

Selain itu, komponen aftermarket Electronic Control Unit (ECU), kerap bermasalah, tunner yang garap V-ixion ini. Ubah sistem injeksi ke karburator, pengapian Yamaha Jupiter MX. Mulai dari spul, magnet, koil dan CDI BRT I-Max Jupiter MX. Baca lebih lanjut

Bore Up dan Stroke Up 215 cc Yamaha Jupiter MX 135

Bore Up dan Stroke Up 215 cc Yamaha Jupiter MX 135Untuk mencapai kapasitas 215 cc, tentu harus main bore up dan stroke up. Paling pertama dilakukan bore up dengan cara menggunakan seher piston CBR 150R oversize 250. Jadi, diameternya 66 mm.Boring pun ikut diganti pakai punya Honda Tiger. “Supaya piston bisa masuk ke silinder blok.

Menggunakan seher dan boring segede itu, dipastikan mengganggu water jacket atau saluran air pendingin. Supaya tetap menggunakan pendingin air, ditutup dan dibikin jalur baru. Masuk dari atas dan keluar dari bawah.

Bore Up dan Stroke Up 215 cc Yamaha Jupiter MX 135Setelah itu disusul main stroke up. Supaya langkah lebih panjang, posisi pusat big end digeser 2 mm. Naik-turun 2 mm, jadinya stroke total bertambah 4 mm. Sehingga total langkah piston kini 62,7 mm. Jadinya bisa dihitung kapasitas silindernya. Dari diameter seher 66 mm dan stroke 62,7 mm. Volume silinder kini 214,4 cc, atau kalau digenapkan jadi 215 cc.

Namun akibat naik stroke dan diikuti pemakaian setang seher asli Kawasaki Ninja 150R, dipastikan posisi blok harus diganjal. Dimaksudkan agar seher tidak mentok kepala silinder, Apalagi setang milik Ninja lebih panjang 4 mm dan menggunakan paking tebal dari bahan duralium. “Tebal paking ini 6 mm.

Untuk mengimbangi silinder yang sudah bengkak, klep isap dan buang diganti. Pakai yang ukuran payungnya lebih lebar. Dipilih klep yang punya kode EE, aslinya klep ini milik Mitsubishi Lancer. Standarnya klep ini punya ukuran 31 mm untuk klep isap dan 25 mm untuk ex.

Namun dipasang di head MX dibikin kecil. Klep isap dibuat 26 mm dan ex 23 mm. “Pemakain klep EE dirasa lebih kuat karena batangnya 5 mm dan panjang klep bisa diatur dengan cara dibubut,” tambah mekanik yang berbadan subur itu.
Bore Up dan Stroke Up 215 cc Yamaha Jupiter MX 135
Selain itu, pengabut bahan bakar diganti yang lebih gede. Aplikasi karbu Keihin PE 28 yang direamer jadi 31 mm. Diseting dengan aplikasi main-jet 150 dan pilot-jet 58. Kemudian pengapian dibikin total loss. “Magnet dibubut agar ringan dibikin jadi 750 gram.

Untuk mengatur timing pengapian dipilih CDI BRT I-Max. Klop dipadukan dengan koil YZ orisinal. “Selain api pembakaran lebih besar, torsi lebih cepat dan tarikan atas sampai bawah ngisi terus,” Wajib.

Pekerjaan terakhir benahi aliran gas buang. Knalpot orisinil diganti. Sebagai gantinya, dipakai jenis model free flow buatan sendiri. “Knalpot sangat berpengaruh pada power mesin. Karena pembuangan akhir mesin yaitu dilubang pembuangan.

Bahan Paket Bore Up Jupiter MX Ceramic-Chrome Untuk Bahan Linernya

Bahan Paket Bore Up Jupiter MX Ceramic-Chrome Untuk Bahan Linernya TK Racing kembali bergeliat. Kali ini menyiapkan paket bore up untuk Yamaha Jupiter MX. Ada dua paket, bore up dengan piston 62 mm dan 63,5 mm. Asiknya paket ini sudah lengkap, mulai dari blok silinder, pen, piston, ring sampai gasket.

“Cylinder-Kit TK Racing ini sudah mengaplikasikan bahan ceramic-chrome untuk bahan linernya. Jauh lebih tahan panas sehingga membuat performa mesin tetap stabil,” Marketing Communication Manager, PT Tirta Kencana Internasional pemilik merek TK Racing.

Untuk harga, blok silinder ini dijual dengan harga Rp 1,3 juta. Untuk pemesanan bisa dilakukan dengan menyambangi POLARIS 99 yang di Jl. Kebon Jeruk III No. 99 Kota, Jakarta Barat.

Marc Marquez: “Saya cenderung untuk bekerja dengan baik di bawah tekanan”

Marc Marquez: "Saya cenderung untuk bekerja dengan baik di bawah tekanan"Pembalap Spanyol Marc Marquez telah memastikan bahwa bekerja “cukup baik” di bawah tekanan dan juga memberikan pandangannya tentang kritik, yang katanya perlu tahu “untuk mematuhi mereka,” sambil mengakui bahwa “tidak pernah” diyakini memiliki debut MotoGP seperti aku.

“Di bawah tekanan biasanya bekerja cukup baik, tetapi jelas bahwa juara membuat semua mata menatap saya,” Marquez mengakui dalam sebuah wawancara dengan majalah GQ dikumpulkan oleh Europa Press.

Pembalap Spanyol berbicara tentang mengasumsikan komentar yang tidak menyenangkan hati-Nya. “Kritik akan datang dan kita harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan mereka selalu mengatakan hal yang sama. Menghormati pendapat orang lain, lebih datang dari orang-orang seperti Jorge, dan mencoba untuk mendapatkan sesuatu yang positif dan instruktif dari mereka, tapi aku harus tetap setia pada gaya saya, “dia mengakui.

Juara dunia MotoGP saat ini mengakui bahwa “tidak pernah” pikiran memiliki “debut dengan baik” di kelas utama. “Ketika Anda mulai ya Anda berpikir untuk menang poin dan membuat podium, tapi jauh di lubuk hati Anda tahu bahwa pada tahun pertama adalah pengalaman yang sangat sulit dan Anda pasti Hal puas dengan memberikan perang sedikit lebih musim ini,” kata .

Kursus ini memiliki ilerdense tetap termotivasi dan bekerja adalah kunci untuk mengulang sukses. “Impian saya adalah untuk memenangkan tiga kategori dan saya capai, jadi sekarang saya tetap 100% termotivasi dan tetap bekerja untuk memenangkan kembali lagi,” katanya.

Akhirnya, Marquez juga berbicara tentang kehidupan pribadinya dan mengaku bahwa saat ini, pada usia 20, adalah tunggal. “Sekarang aku tidak dengan siapa pun aku punya pacar tapi tidak bekerja karena saya bepergian dan tidak berhenti di rumah Jarak selalu sulit Yah, pada dasarnya sekarang saya didedikasikan untuk melakukan apa usia saya guys … Out bersenang-senang dengan teman-teman Anda dan bertemu gadis-gadis, “pungkasnya.