Arsip Tag: Thailand

Top 10 Paling Populer Kendaraan Di Thailand

Kami mengungkapkan 10 kendaraan atas di Thailand. Honda mengambil Wave 5 atas Honda – Scoopy i memenangkan sapuan halus dari mobil keluarga dan mobil Di.

Top 10 Paling Populer Kendaraan Di Thailand

Total pasar mobil tahun 2011. Pada pangsa 49% maksimum mobil macet dengan pangsa pasar sebesar 48% menjadi hampir Tawaran. P. Honda membuat kendaraan pada 2012, tetapi awal dari sebuah BARU Honda Click 125i baru dengan presenter baru “kubah” Wajah Lamma Kejuaraan pintar pintar dengan “B”, jatuh tempo November. Honda spacy i ฎ adalah kaca sihir, diikuti dengan “maskot singa,” cerita gaya hidup Kompi Easy. Dimulai di seluruh negeri. Dari seterusnya Januari. Penetrasi pasar dengan gaya hidup setiap.

Jika Anda melihat sampai 2.007.080 unit untuk statistik agregat total untuk mobil keluarga. Dan sebuah mobil. Pada Masih dua kelompok utama yang telah populer di Thailand dibandingkan kelompok lain. Dengan mobil. Pada Tingkat di pangsa pasar 49% dalam tingkat kepemilikan mobil keluarga 48% dari hanya 1% dianggap sangat dekat. Mobil dari Honda. Berbasis mortgage yang memenangkan kedua Wave Honda telah terdaftar lebih dari 774.539 unit, tertinggi di dalam mobil dengan Honda Scoopy i mampu bergerak dari kedua pertama yang lulus sampai 1 in Grup A mobil. di atas 330.008 kendaraan terdaftar menggarisbawahi kaca depan sepeda motor dengan satu Thailand juga “.

Top 10 Paling Populer Kendaraan Di Thailand

Angka-angka yang tercantum dengan mobil, 10 besar untuk tahun 2554 adalah sebagai berikut: (1) Honda Gelombang i 774.539 unit, (2) Honda Scoopy i 330.008 mobil (3) Yamaha Fino 241.345 mobil (4) Honda Klik i 192.316 mobil (5). Yamaha Mio 97.109 unit (6) Yamaha Spark 84.087 unit (7) Suzuki Smash 59.333 mobil (8) Yamaha Fiore 37.786 mobil (9) Honda PCX 20.763 unit (10) Honda Mimpi saya 16.960 kendaraan.

 

 

 

Tony Motor Palopo

http://irawatyhadi.wordpress.com/

 

 

http://irawatyhadi.wordpress.com/

 

http://irawatyhadi.wordpress.com/

 

http://irawatyhadi.wordpress.com/

 

 

Mio Standaran Belum Pernah Putus Dari Balap Liar


Yamaha Mio milik Ipunx Motor, katanya belum pernah putus. Putus artinya belum pernah terkalahkan di kelas standaran wilayah Tangerang. Hebat ya? Katanya lagi, karena menggunakan teori lubang isap D type.

Padahal D type biasa dipakai di lubang buang. Maksudknya untuk menghindari terjadinya turbulensi gas buang. Tapi, oleh Ipunx Motor malah diaplikasi di lubang isap. Kok bisa ya?

Lubang isap dibuat seperti huruf D. Bagian yang melengkung posisinya menghadap blok silinder. Sementara bagian yang lurus menghadap tutup klep. Lebih jelas silakan lihat gambar.

Baca lebih lanjut

Tips Mio Bore Up Balap Liar

kh

Pengguna yang ingin matic jauh lebih cepat. Akhirnya, membeli rumah banyak atau katrol rumah roller. Main tindak lanjut tanpa mengetahui fungsi dan kegunaan katrol. Sebagai kebutuhan untuk trek panjang dan pendek, spec yang berbeda. Puli untuk melacak selama tarik sepeda. Ada juga sebuah katrol untuk trek pendek seperti road race. Tergantung juga pada kapasitas mesin yang digunakan. Jangan caplok katrol untuk menyeret ketika motor masih standar atau hanya 130 cc. Tarik awal tentu akan menjadi lebih lamban.

Dalam memilih atau modifikasi puli, bisa diminta untuk road race mekanik dan sepeda tarik.

Balap road race, kebanyakan didukung trek pendek. Panjang trek lurus di bawah 200 meter. Banyak tikungan dan trek pendek kurang dari 100 meter. Jika jenis trek jalan, pengaturan mesin harus dibuat mudah menangis. “Dalam rangka untuk rpm mesin cepat melonjak. Jika motor dibuat seperti digabungkan bebek,” alias Mian meninjau Sumingan, mekanik BBS Bandung yang banyak membuat road race otomatis. Untuk mengakali berteriak di rpm rendah, Mian melampirkan cincin tambahan di katrol depan. Awalnya hanya satu cincin, ditambah cincin dua. Atau membuat sendiri sebuah cincin tebal. Baca lebih lanjut

Mio Drag Thailand

YAMAHA MIO Nene Nang Thailand Kecepatan Gaya Tarik
MESIN 307 CC

Sebelum merayu alias berlaku, tak ada salahnya untuk mengetahui isi dari pria ini lembah Mio pertama. Jangan menyesal di kemudian hari. Yah, Speed-Nene Mio Nang yang terus diisi dengan diameter piston 66 mm Kecepatan Tinggi merek.

Tapi sebenarnya perlu ditakuti tidak saja.Melainkankenaikansaja tersebut. Namun kenaikan pada stroke diterapkan. “Stroke mengangkat metode pena 16 mm pakai kruk-geser dalam serta pena stroke menambahkan,” pergi ke Roy dengan nada suara yang serak.

Kesabaran coy! 16 mm tidak dihitung sebagai keseluruhan. Karena jika dihitung sebagai stroke secara keseluruhan, atas dan bawah menjadi 32 mm. Itu berarti dari 57,9 mm, panjang stroke 89,9 mm naik menjadi. Bulat, 90 mm​​. Jadi, itu berarti kapasitas silinder Mio terlalu membengkak menjadi 307 cc.

anthojie

DATA MODIFICATION

Ban depan: 50/90-17 IRC Makan Debu Saya
Ban belakang: IRC Makan Debu saya 70/90-17 (SIAP Delmar Niche)
Karburator: Keihin PE 28 MM
Speyer: 140/40

Tips Mio Bore Up Untuk Balap Liar

Tips Mio Bore Up Untuk Balap Liar

Pengguna yang ingin matic jauh lebih cepat. Akhirnya, membeli rumah banyak atau katrol rumah roller. Main tindak lanjut tanpa mengetahui fungsi dan kegunaan katrol. Sebagai kebutuhan untuk trek panjang dan pendek, spec yang berbeda. Puli untuk melacak selama tarik sepeda. Ada juga sebuah katrol untuk trek pendek seperti road race. Tergantung juga pada kapasitas mesin yang digunakan. Jangan caplok katrol untuk menyeret ketika motor masih standar atau hanya 130 cc. Tarik awal tentu akan menjadi lebih lamban.

Dalam memilih atau modifikasi puli, bisa diminta untuk road race mekanik dan sepeda tarik.

Balap road race, kebanyakan didukung trek pendek. Panjang trek lurus di bawah 200 meter. Banyak tikungan dan trek pendek kurang dari 100 meter. Jika jenis trek jalan, pengaturan mesin harus dibuat mudah menangis. “Dalam rangka untuk rpm mesin cepat melonjak. Jika motor dibuat seperti digabungkan bebek,” alias Mian meninjau Sumingan, mekanik BBS Bandung yang banyak membuat road race otomatis. Untuk mengakali berteriak di rpm rendah, Mian melampirkan cincin tambahan di katrol depan. Awalnya hanya satu cincin, ditambah cincin dua. Atau membuat sendiri sebuah cincin tebal. Hal apa yang dapat diinstal.

Tips Mio Bore Up Untuk Balap Liar

Bagi mereka yang tidak suka modifikasi, juga dapat membeli siap pakai katrol. Tetapi katrol ini melacak singkat sulit untuk melacak. Karena ada katrol K3 buatan Kawahara untuk Mio. Ada satu set katrol, penutup katrol (besi) dan dilengkapi dengan rol Yamaha Fino. Puli pada awalnya dimaksudkan untuk menjadi motor drag. “Kalau untuk road race, rollernya telah menggantikan Mio pakai,” kata Mariasan saku, mekanik JP Racing. Sehingga mesin lebih bisa diajak untuk berteriak ketika percepatan karena celah rol longgar.

Jika Anda ingin memodifikasi katrol standar untuk sepeda matic tarik, tentu saja, masih mungkin. Terutama motor yang telah mendapat sentuhan Bore up. Caranya adalah dengan memotong bushing pemegang rol rumah katrol. 1-2 mm dipotong cukup atau cukup. Tergantung kemaun dan tujuan mekanik.

Untuk modifikasi lebih murah secara luas diterapkan mekanik sepeda balap liar atau tarik. Agar v-belt dapat diselenggarakan lompat tinggi dan top-speed. Tapi putaran bawah atau percepatan rada berat karena sabuk itu macet katrol. Puli tindak lanjut juga dimodifikasi. Kronologi roller terdiri dari. Sehingga roller dapat bergerak up dan top-speed yang diinginkan dapat lebih meningkat. Bagi mereka yang ingin membeli secara langsung caplok katrol begitu, banyak juga. Karena buatan Thailand paling direkomendasikan untuk menyeret dengan trek panjang.

Penyuka bore up dan stroke up makin menggila

Penyuka bore up dan stroke up makin menggila. Makanya kini banyak muncul piston aftermarket favorit. Dari buatan FIM hingga Hi Speed yang from Thailand.

Ukuran dan desain mendekati gaya kompetisi. Bahkan seperti kepunyaan spesial engine alias SE. Material yang digunakan lebih kuat.

Asyiknya piston yang baru nongol ini tersedia bukan hanya untuk Yamaha. Tapi juga tersedia untuk Suzuki yang kebanyakan pakai kepunyaan Satrai F-150 untuk drag bike atau balap malam hari.

Material yang digunakan kalau yang buatan FIM lebih kuat. Bahkan proses pengerasan lebih keras dan rigid.

Antara yang buatan FIM dan Hi Speed sudah dilengkapi lapisan teflon. Sehingga bukan saja lebih licin. Tapi, juga lebih halus di soal suaranya. Kalau orang bule bilang tidak noise atawa tidak berisik.

Untuk dome juga lebih jenong. Sehingga bisa atur kompresi. Tinggal papas tingkatan jenong sesuai keinginan.

Buat Ninja dan Satria FU-150

an

Belum lama PT Federal Izumi Manufacturing (FIM)) meluncurkan piston bore up untuk Kawasaki Ninja 250R. Tipenya FIM25.

Standar piston Ninja ukurannya 62 mm dan lubang pen piston 16 mm. Nah, yang diluncurkan FIM versi bore up. Tersedia dua ukuran. “Size oversize 150 dan 200,” jelas Agus Salim, Marketing Department FIM.

Berarti ukuran piston yang tersedia 63,5 mm dan 64 mm. “Setara dengan piston Honda Tiger standar dan oversize 50,” jelas Agus Salim yang berbadan gempal itu.

Untuk ring piston juga sangat mudah dilacak. “Karena dirancang bisa menggunakan ring piston Honda Tiger standar dan oversize 50,” jelas brother yang kerap menyambangi event road race ini.

Enaknya piston ini bisa juga dipakai untuk bore up Suzuki Satria F 150. Karena lubang pen piston Satria F juga sama-sama 16 mm. Kelebihan piston FIM25 dirancang untuk head 4 klep. Sangat cocok di Satria dan Ninja 250R. Dome juga bisa diatur ulang sesuai kompresi yang diinginkan. Piston seharga Rp 250 ribu ini komposisi material yang dikandungnya hampir sama dengan piston racing FIM lainnya. Namun proses pengerasan lebih. Kandungan silicon juga lebih dari biasanya.

Hi Speed Pro

jr

Hi Speed Thailand juga meluncurkan piston yang memiliki desain berbeda. Bentuknya masih seperti piston SE namun pinggangnnya lebih lebar. Ini mungkin bisa juga dipakai untuk harian.

Piston yang dikasih nama jenisnya Hi Speed Pro ini juga tersedia beberapa ukuran. “Dari mulai 58 sampai 68 mm,” kompak Miekeel Tjahjanto dari MC Racing dan Awan dari Ban Speed Galery. Kompak nih yeee…

Untuk ukuran lubang pin juga beragam. Mulai dari ukuran 13,14 dan 15 mm juga tersedia. Sehingga semua merek motor yang beredar, dipastkan hampir bisa pakai.

Perbedaan yang dimiliki piston jenis Pro ini terletak pada bentuk kepala piston. “Lebih jenong sehingga bisa menghasilkan kompresi tinggi,” jelas Miekel dari markasnya Jl. Kebon Jeruk IX, No. 20C, Kota, Jakarta Barat.

Untuk piston jenis Pro ini juga tersedia dua pilihan. Ada yang dilapisi teflon dan ada juga yang tanpa teflon. Tinggal pilih sesuai keinginan mekanik. “Harga yang ditawarkan Rp 450 ribu sudah termasuk piston, ring, pin dan klip,” kabar Miekel yang punya nomor telepon toko (021) 6289637.

Hi Speed R

jr.an

Piston buatan Hi Speed Thailand ini belum lama nongol. Memiliki desain atau bentuk seperti piston milik special engine atau SE yang langganan dipakai motocross.

Bagian pinggangnya juga lebih sempit. “Sehingga minim gesekkan dengan dinding liner,” jelas Awan Kurniawan dari Ban Speed Galery itu.

Diameter yang tersedia dari ukuran 58 mm sampai 68 mm. Lubang pennya ada yang 13 mm, 14 mm dan 15 mm.

Enaknya, piston ini hanya dilengkapi dua coakan untuk tonjokan klep. Tidak seperti piston Honda CBR yang ada 4 coakan itu. Untuk motor lokal yang kebanyakan hanya 2 klep, seher CBR malah mengurangi kompresi.

Awan juga merinci soal harga. “Satu set sudah termasuk piston, ring, pin dan klip dibanderol Rp 550 ribu,” jelas Awan yang baru buka toko di Jl. Jelambar Aladin, No. 3, Tubagus Angke, Jakarta Barat ini. Memang lumayan mahal tapi, sebanding dengan bentuk dan piston yang ringan ini.Yamaha 70 mm

Dari sekian piston bore up, piston keluaran Yamaha Thailand ini sangat gede. Ukuran diameter piston mencapai 70 mm. Namun kode di kemasannya seperti untuk Yamaha Fino.

Aneh juga kan? Yamaha Fino kan seher standarnya hanya 52 mm. Bisa jadi untuk Fino versi bore up edan-edanan.

Seher ini punya lubang pen 15 mm. Bisa langsung plek masuk di setang seher milik Fino, Mio atau Nouvo. Namun hati-hati pantat seher bisa ditabok bandul kruk as. Kudu diukur dulu sebelum dipasang. Kalo perlu dibubut dulu biar pas.

Bentuk seher ini kepalanya seperti piston milik Scorpio. Begitupun jarak dari lubang pen sampai puncak seher mirip dengan milik motor Kalajengking itu.

Namun untuk seher segede ini sih enggak perlu jenong. “Kompresinnya juga sudah sangat gede,” jelas Miekel Tjahjanto yang menjual piston ini di rentang harga Rp 550 ribu.

Blok Silinder Yamaha Mio Spek Bore-up

RSG

Beberapahari yang lalu mampir ke racing shop milik seorang teman di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Eh, disana ada blok bore-up untuk Yamaha Mio. Tapi yang satu ini berbeda, bukan hanya plug n play untuk bore-up, tapi juga siap stroke-up!

Kalo cuma blok silinder bore-up, dipasaran sudah banyak banget pilihannya dan tinggal pasang tanpa perlu repot ubah sana-sini. Biasanya dikenal dengan istilah plug n play. Ukuran dan mereknya pun macam-macam. Ada merek TDR, Kawahara, LHK hingga yang tanpa merek pun juga ada.

Tapi yang P2R temukan ini blok yang punya fungsi untuk bore-up alias tambah volume silinder dan siap dipakai untuk Mio yang ingin stroke-up.

Setiap stroke up atau memperpanjang langkah piston pasti mengharuskan penambahan paking tebal di blok silinder bagian bawah. Dengan blok ini enggak perlu lagi repot menambah paking. Karena tingginya beda dengan blok standar.

Panjang blok silinder versi bore-up plus stroke-up  ini sudah 80mm, padahal standar Mio cuma 72mm. Wah, bisa stroke-up hingga 8 mm bro…!!! Trus kalau kepanjangan gimana dong?

Kata Robert Chong, tinggal papas saja bawahnya. Robert Chong ini pemilik racing shop Global Motorindo yang mengaku membawa blok silinder tanpa merek ini langsung dari Thailand.

Sedang diameter boring-nya ada tiga pilihan: 62mm, 67mm dan 68mm. Harganya lumayan mahal loh, dijual Rp 1,1 juta. Kalau minat datang aja ke speedshop Global Motorindo Jl.Let Jen Suprapto no.60, Galur, Jakarta Pusat.

Monggo bro dijajal….!!!

Join with Social Media Proud2Ride:

Fan Page FB = meymey84@rocketmail.com
Follow Twitter @MrSiswantohadi