Motor Terlalu Sempurna Buat Balapan Membosankan Kata Valentino Rossi

Motor Terlalu Sempurna Buat Balapan Membosankan Kata Valentino RossiValentino Rossi menuding pemakaian elektronik dan perangkat canggih lainnya dalam kejuaraan MotoGP di era modern membuat balapan menjadi kurang atraktif.

Penyelenggara MotoGP saat ini tengah mendiskusikan peraturan baru yang bertujuan untuk menghadirkan balapan yang menarik dengan memangkas kesenjangan gap antara motor pabrikan dan kategori Claiming Rule Team. Upaya tersebut juga akan ditempuh untuk mengurangi biaya penyelenggaraan balapan MotoGP yang semakin melambung tinggi.

Pada akhir pekan balapan MotoGP Assen yang bakal dihelat dua pekan yang akan datang, para penyelenggara MotoGP akan mengadakan diskusi final untuk memberlakukan aturan baru dengan tujuan di atas yang akan mulai diperkenalkan di MotoGP pada tahun 2014/2015.

Berbagai macam regulasi diusulkan untuk menciptakan balapan yang menarik, seperti pembatasan rpm, ECU, satu motor untuk tiap pembalap, dan sebagainya.

Valentino Rossi mengatakan: “Mungkin motor-motor sekarang ini terlalu sempurna, khususnya dalam hal elektroniknya yang membuat para pembalap untuk bisa menunggangi motor mereka 110% di setiap tikungan.

“Dalam situasi ini, sulit bagi para pembalap untuk membuat perbedaan. Faktor pembalap menjadi lebih dikesampingkan dan melakukan salip-menyalip menjadi lebih sulit.

“Beberapa tahun lalu ajang balap mobil Formula 1 menyuguhkan tontonan yang lebih parah dari MotoGP. Tetapi sekarang mereka bisa memberikan pertunjukan balapan yang menarik. Pemberlakuan regulasi yang tepat akan bisa mengubah situasi membosankan ini. Dan regulasi single ECU kelihatannya merupakan sebuah gagasan yang bagus.”

Sementara itu, Valentino Rossi mengatakan kalau kurangnya grip depan membuatnya tidak dapat tampil maksimal saat melakoni 20 lap balapan MotoGP Inggris yang diselenggarakan di Sirkuit Silverstone pada Hari Minggu kemarin.

Dalam sesi warm up yang digelar sebelum race, Valentino Rossi menemukan set up yang bagus yang menunjangnya untuk mengendarai GP12 lebih mudah pada sirkuit yang masih belum dapat ia kenali dengan baik tersebut.

Tetapi, balapan berlangsung dengan berbeda. Selain kurangnya grip yang menjadi permasalahan utama, The Doctor yang memulai start dari posisi ke-10 tersebut mendapati problem getar pada Desmosedici GP12.

Rossi mengaku masalah vibrasi tersebut sudah dirasakannya sejak sesi kualifikasi. Tetapi dalam sesi warm up, pembalap berusia 33 tahun tersebut tidak merasakannya.

Juara dunia MotoGP sebanyak sembilan kali tersebut berkata: “Kami tak bisa mendapatkan cukup front end grip. Kami tak tahu mengapa dan bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Jika kami bisa mengatasinya maka kami bisa melaju lebih cepat.

“Tanpa adanya grip depan kami harus membelokkan motornya dengan bantuan ban belakang. Namun cara seperti ini memberikan banyak sekali tekanan pada ban yang mengalami sliding.

“Saya memiliki banyak sekali chatter di front end terutama saat berada di pertengahan tikungan. Ini membuat saya kesulitan untuk menempel pembalap lain. Bahkan masalah ini memaksa saya mengambil sejumlah resiko hingga membuat saya hampir terjatuh sebanyak dua kali. Lalu saya juga merusak knalpot yang menyebabkan motor saya kehilangan sedikit tenaga.”

Valentino Rossi menjadi satu-satunya dari 20 pembalap yang berpartisipasi dalam Grand Prix Inggris yang memilih memakai ban keras. Tetapi Rossi mengaku kalau pilihan tersebut merupakan keputusan yang tepat. Ini juga diperkuat dengan fakta bahwa Nicky Hayden juga bermasalah dengan grip saat memakai ban berkompon lunak.

Rossi yang menyelesaikan balapan di posisi ke-9 mengatakan: “Dengan memakai ban lunak keadaannya bisa tambah parah karena sisi kiri ban cepat habis. Setidaknya dengan memakai ban keras saya bisa menyalip Hector Barbera.”

Rossi menjelaskan kalau potensi sesungguhnya dari motor Ducati GP12 saat dibalap di trek Silverstone diperlihatkan oleh kecepatan yang dimiliki oleh Nicky Hayden.

“Dia selalu bisa membalap lebih cepat daripada saya di sini, terutama saat memakai ban yang masih baru,” kata Rossi yang finish 21 detik dari teammatenya tersebut. “Hayden menyukai trek ini namun dia memiliki problem yang sama saat berakselerasi. Akan tetapi Nicky bisa melaju cepat saat memasuki tikungan sementara saya tak bisa melakukannya sama sekali sepanjang akhir pekan ini.”

Untuk seri GP Belanda, Valentino Rossi mengungkap target yang ingin dicapainya.

“Sekarang kami harus mencoba untuk bisa lebih kompetitif pada balapan selanjutnya, di Assen yang merupakan trek yang saya suka dan kami ingin kembali berada pada level yang sama seperti yang sudah kami capai di Estoril, Le Mans, dan Barcelona,” pungkas pembalap yang kini bertengger pada peringkat ke-6 dalam klasemen sementara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s