Komparasi Puli Racing Buat Yamaha Mio Bore-up 150cc

Saat ini bagi cowok dan cewek pengguna Yamaha Mio, upgrade mesin dari 110 cc menjadi 150 cc merupakan hal yang lumrah. Pasalnya pilihan pembengkakan kapasitas mesin lebih dari 35% itu, sudah banyak yang melakukan. Bukan hanya untuk kebutuhan balap, bore-up 150 cc juga dilakukan pada motor harian.

Komparasi Puli Racing Buat Yamaha Mio Bore-up 150 cc

Untuk dapat hasil bore-up yang maksimal, urusannya enggak melulu di bagian silinder blok dan head. “Bagian CVT juga mesti dapat perhatian lebih. Kalau dibiarkan standar, maka hasilnya akan terasa kurang maksimal.

Bagian yang namanya primary sliding shave (puli, red), biasanya oleh mekanik diusulkan untuk diganti produk racing. Alasannya dengan menggunakan puli racing, power mesin Mio bore-up jadi lebih ngisi.

Saat ini di pasaran banyak beredar puli dengan stempel racing. Bila dilihat secara kasatmata, fisik masing-masing produk tersebut tidak ada bedanya. Namun namanya beda merek, pasti lain racikan.

Nah untuk bisa tahu berapa besar kesaktian puli-puli racing tersebut, kita coba untuk mengomparasinya. Ada 3 merek (CLD, Kawahara & TDR) yang diambil secara acak di pasaran untuk dites. Agar didapat data (power dan torsi) yang valid, pengetesan dilakukan dengan mesin dynojet milik tim balap BRT (Bintang Racing Team) di Cibinong, Jabar.

“Tes dilakukan secara bergantian. Saat dipasang salah satu produk kontestan, mesin Mio digeber 5 kali. Hasil tertinggi dipakai sebagai data pengetesan,” ucap Suar, mekanik BRT yang juga operator mesin dyno.

Sementara Mio yang dipakai sebagai alat tes, kapasitas mesinnya sudah 155,5 cc (pakai piston 58,8 mm). Saat melakukan pengetesan, rollernya pakai merek Kawahara dengan ukuran berat 10 gram. Hasil pengetesannya sebagai berikut.

CLD.

Dibanderoli Rp 250 ribu dan termasuk pendatang baru. Enggak ada ciri khusus yang pada tampilan luar part racing ini. Namun pada bagian dalamannya, terdapat slider berwarna hitam dengan tulisan Racing-High Performace Cam. Masih di bagian yang sama, plastic slider guide-nya dibuat dengan warna merah.

Komparasi Puli Racing Buat Yamaha Mio Bore-up 150 cc

Saat dites, power asli Mio yang 8,20 dk/6.700 rpm naik sampai 8,35 dk/6.200 rpm. Sementara torsi yang bisa dikail 10,22 Nm/5.700 rpm (standar 9,53 Nm/5.700 rpm).

KAWAHARA.

Di pasaran, puli ini ditawarkan dalam 2 tipe (K1 & K2). Untuk keperluan komparasi kali ini, yang dites puli Kawahara tipe K1. Ciri khas puli yang dipatok dengan harga Rp 275 ribu ini, terdapat pada permukaannya (ada grafir Kawahara Racing).

Komparasi Puli Racing Buat Yamaha Mio Bore-up 150 cc

Sementara di sisi dalamnya, dari mulai slider, plastic slider dan coakan rollernya berwarna hitam. Setelah digas di atas mesin dyno, catatan tenaga Mio 8,68 dk/6.300 rpm (standar 8,20 dk/6.700 rpm) dan torsinya 10,18 Nm/5.900 rpm (standar 9, 53 Nm/5.700 rpm).

TDR.

Di antara 2 kontestan lain, puli ini harganya paling mahal (Rp 410 ribu). Namun bila dilihat dari catatan pengetesannya, power Mio bore-up yang jadi alat peraga terdongkrak sampai 9,00 dk/6.700 rpm dari standarnya yang 8,20 dk/6.700 rpm (torsi 9,91 Nm/6.200 rpm dari standar 9,53 Nm/5.700 rpm).

Komparasi Puli Racing Buat Yamaha Mio Bore-up 150 cc

Buat yang tertarik dengan produk ini, ciri fisik paling kentara di bagian rumah roller. Warna emas dengan tulisan TDR warna putih jadi ciri bagian ini. Bagian slider berwarna silver galvanized, dengan plastik warna hitam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s